Hewan-hewan Langka di Indonesia
Indonesia adalah salah satu
negara di dunia yang mempunyai beragam flora dan fauna. Banyak hewan-hewan yang
saat ini sudah mengkhawatirkan populasinya. Bahkan, beberapa diantaranya sudah
mendekati kepunahan. Jenis hewan tersebutdapat dikelompokkan ke dala, 4
kategori besar, yaitu :
1.
Unggas 3.
Reptilia
2.
Mamalia 4.
Ikan
1. Hewan Unggas
A). Alap-alap
Kawah
Alap-alap
kawah atau nama ilmiahnya Falco
peregrinus adalah salah satu spesies alap-alap berukuran besar dengan
panjang sekitar 50 cm. Sekitar 16 jenis spesies alap-alap kawah dikenali
menyebar hampir di seluruh belahan dunia, kecuali Antartika. Hampir semua jenis
spesies alap-alap kawah di belahan bumi utara bermigrasi pada musim dingin ke
daerah yang lebih hangat
Mangsa utama burung alap-alap kawah
biasanya aneka burung dari segala ukuran seperti merpati, nuri, jalak dan ayam.
Alap-alap kawah juga memangsa hewan-hewan lain seperti kelinci, kelelawar,
serangga, kadal, dan ikan. Alap-alap kawah diketahui sebagai salah satu makhluk
tercepat di dunia, karena saat terbang mengejar mangsanya dapat mencapai
kecepatan 180 km/jam.
B).
Enggang
Enggang
atau nama ilmiahnya Buceros rhinoceras, burung
ini mempunyai badan yang besar dan paruhnya panjang. Makanan utamanya
buah-buahan, kadal, kelelawar, tikus, ular, dan berbagai jenis serangga. Dalam
budaya Kalimantan, enggang ( tingan ) merupakan simbol “ Alam Atas “ yaitu alam kedewataan
yang bersifat “ maskulin “. Di Borneo, enggang dipakai sebagai lambang daerah
atau simbol organisasi seperti di Negeri Sarawak, Kalimantan Tengah, simbol
Universitas Lambung Mangkurat, dan sebagainya. Enggang diwujudkan dalam bentuk
ukiran pada budaya Dayak, sedangkan dalam budaya Banjar, enggang diukir dalam
bentur tersamar ( didistilir ) karena budaya Banjar tumbuh di bawah pengaruh
Islam yang melarang adanya ukiran makhluk bernyawa.
C).Beo
Nias ( Gracula religiosa robusa )
Beo Nias
merupakan jenis beo yang endemik di Sumatra Utara. Habitat Beo ini di Kabupaten
Nias. Karena, kepandaiannya mengeluarkan bunyi serta meniru pembicaraan orang,
menyebabkan burung Beo Nias ini menjadi primadona. Namun, banyak juga orang
tertipu disebabkan tidak dapat membedakan antara jenis beo biasa dengan Beo
Nias. Sepintas keduanya hampir tidak ada perbedaan termasuk kemampuan berbicara
meniru omongan orang. Akan tetapi kalau diamati lebih teliti ternyata
keduanyadapat dibedakan, yaitu pada ukuran badannya dimana Beo Nias lebih besar
daripada beo biasa serta sepasang gelambir cuping telingaberwarna kuning pada
Beo Nias menyatu, sedangkan beo biasa terpisah (tidak menyatu).
Burung
beo bertubuh gemuk dengan panjang tubuh 40 cm. Dominan hitam pada bulu di
seluruh badan, kecuali sayapyang berbulu putih. Bagian kepalanya berbulu
pendek, terdapat pial berwarna kuning yang dapat dilihat dari sisi kepala.
Uniknya, sepasang gelambir cuping di telinga Beo Nias menyatu di belakang
kepala. Gelambir yang mengarah ke leher ini berwarna kuning mencolok. Kakinya
juga berwarna kuning dengan 4 jari. Tiga jari mengarah ke depan, satunya lagi
menghadap belakang. Dengan iris mata coklat gelap dan paruh runcing oranye,
burung cerdas ini semakin terlihat menawan.
Beo
Nias senang hidup di hutan-hutan rimba yang berdekatan dengan perkampungan atau
tempat terbuka. Mereka membuat sarang dengan cara melubangi pohon-pohon yang
berbatang tinggi dan tegak. Burung pemakan serangga dan buah-buahan ini biasa
membuat sarang saat akan bertelur. Sistem reproduksi Beo Nias betina yang hanya
menghasilkan 2-3 butir telur sekali bertelur dan tidak semua telurnya dapat
bertahan sampai menetas.
D).Burung
Dara Mahkota Victoria
Mambruk
Victoria atau nama ilmiahnya Goura
victoria adalah sejenis burung yang termasuk suku burung Columbidae.
Mambruk Victoria adalah salah satu dari tiga burung dara mahkota dan merupakan
spesies terbesar diantara jenis-jenis merpati. Burung Mambruk Victoria
berukuran besar, dengan panjang mencapai 74 cm, dan memiliki bulu berwarna biru
keabu-abuan, jambulseperti kipas dengan ujung putih, dada merah marun keunguan,
paruh abu-abu, kaki merah kusam, dan garis
tebal berwarna abu-abu di sayap, dan ujung ekornya. Di sekitar mata terdapat
topeng hitam dengan iris mata berwarna merah. Burung jantan dan betina serupa.
Populasi
Mambruk Victoria terbesar di hutan dataran rendah, hutan sagu, dan hutan rawa
di bagian utara pulau Irian, juga termasuk pulau Yapen, pulau Biak dan
pulau-pulau kecil di sekitarnya. Mambruk Victoria bersarang di atas dahan
pohon. Sarang-sarangnya terbuat dari ranting-ranting dan dedaunan. Burung
betina biasanya menetaskan sebutir telur berwarna putih. Mambruk Victoria
adalah terestrial spesies. Burung ini mencari makan di atas permukaan tanah.
Makanan Mambruk Victoria yaitu aneka biji-bijian dan buah-buahan yang jatuh di
tanah. Spesies ini biasanya hidup berpasangan atau berkelompok. Nama spesies
ini, memperingati nama seorang tau Inggris, Victoria dari Britania Raya.
Mambruk Victoria selalu diburu untuk diambil dagingnya dan bulunya. Spesies ini
sudah jarang ditemukan di daerah dekat populasi manusia.
E).Burung
Maleo
Maleo atau
nama ilmiahnya Macrocephalondan
termasuk dalam genus Macrocephalon, famili
Megapodiiae, dan ordo Galliformes. Orang di mancanegara
menyebutnya Celebes maleo. Famili
Megapodiiae sendiri berarti kaki besar. Yang termasuk dalam famili ini adalah
unggas ( ayam dan kalkun ). Maleo berarti tergolong burug yang tidak bisa
terbang. Walau memiliki kerabat di Polinesia dan Australia, ternyata kini Maleo
hanya bisa dijumpai di Sulawesi. Warna bulu burung ini hitam dan putih saja.
Paruhnya kemerahan. Bobot tubuh mereka mencapai 1,5 kg. Ini termasuk besar
untuk ukuran unggas. Bentuk tubuh Maleo selintas mirip kalkun. Uniknya,
telurnya besar, tidak sebanding dengan ukuran badan Maleo. Telurnya berukuran
16% dari besar tubuhnya. Diameter telur ini mencapai 6 cm dan beratnya 190
gram.
Masa
bertelur Maleo adalah antara September-Maret. Setiap tahun Maleo betina
menghasilkan telur anatara 20-30 butir. Masa inkubasinya 62-85 hari. Mereka
bisa bertelur hingga usia 20 tahun. Burung ini bertempat tinggal di dataran
rendah dan dataran tinggi Sulawesi Utara, di ketinggian 1.200 meter di
permukaan laut. Burung ini sudah masuk dalam daftar hewan yang dilindungi CITES.
Tidak boleh diperjualbelikan karena memang mulai langka. Ancaman mereka selain
manusia adalah hewan prodator seperti ular, buaya, dan babi liar yang kerap
memangsa Maleo.
F).
Burung Merak Biru
Merak
biru atau merak india, nama ilmiahnya Pavo
cristatus adalah salah satu burung dari 3 spesies merak. Merak biru
mempunyai bulu berwarna biru gelap mengkilap. Burung jantan dewasa berukuran
besar, panjangnya mencapai 230 cm, dengan penutup ekor yang sangat panjang
berwarna hijau metalik. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan.
Bulu-bulu tidak mengkilap, tetapi berwarna coklat kehijauan dengan garis-garis
hitan dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor.
Populasi
merak biru tersebar di hutan terbuka seperti padang rumput di India, Pakistan, Sri Lanka, Nepal, dan Bhutan. Merak
jantan adalah poligami spesies, mempunyai pasangan lebih dari satu. Burung
betina biasanya menetaskan 3-6 butir telur. Makanan merak biru yaitu
biji-bijian, pucuk rumput, dedaunan, aneka serangga, serta berbagai jenis hewan
kecil seperti cacing, laba-laba, dan kadal kecil. Merak biru adalah burung
nasional negara India. Spesies ini juga memegang peranan penting dalam motologi
Buddha, Hindu dan kebudayaan-kebudayaan lainnya.
G).
Burung Cendrawasih
a.Cendrawasih Elok
Cendrawasih
elok adalah sejenis burung khas daerah Papua. Spesies ini ditemukan di daerah
pegunungan Jayawijaya pada ketinggian 2.700-4.000 meter. Spesies ini biasanya
berpasangan, mudah ditemukan berdasarkan suaranya yang terus-menerus,
bersaraang di pepohonan di tepi hutan, makan buah, dan hidup sendiri.
b. Cendrawasih Raggiana
Cendrawasih raggiana atau nama
ilmiahnya Paradise raggiana adalah
sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 34 cm, dari
genus Paradise. Burung ini berwarna kuning dan coklat, berparuh abu-abu
kebiruan, mulut merah muda, iris mata berwarna kuning dan kaki berwarna abu-abu
coklat keunguan. Cendrawasih raggiana terdapat di hutan tropis, hutan dataran
rendah, perbukitan, dan pegunungan pulai Irian bagian selatan, dari permukiman
laut sampai ketinggian 1.500 meter.
Cendrawasih raggiana adalah
pologami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang
memamerkan bulu-bulu hiasannya. Burung betina biasanya menetaskan 2 butir telur
berwarna merah muda dan mengasuh anaknya sendiri. Makanan Cendrawasih raggiana
terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.
H).
Jalak Bali
Jalak
Bali atau nama ilmiahnya Leucopsar
rothschildiadalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang
kurang lebih 25 cm, dari suku Sturnidae. Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus,
yaitu memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekornya
dan sayapnya yang berwarna hitam. Jalak Bali ditemukan pada tahun 1910.
Dikarenakan penampilannya yang indah dan elok, Jalak Bali merupakan salah satu
burung yang paling diminati oleh para pemelihara burung.
I).
Kakatua Raja
Kakatua
raja atau nama ilmiahnya Probosciger aterrimus adalah sejenis
kakatua hiam dan berukuran besar, dengan panjang seitar 60 cm. Kakatua raja
adalah satu-satunya burung di marga tunggal Probosciger.
Daerah sebaran burung ini adalah di pulai Iriandan Australia bagian utara.
Makanan kakatua raja terdiri dari biji-bijian. Paruhkakatua raja tidak dapat
tertutup rapat, ini berguna untuk menahan dan membuka biji-bijian untuk di
komsumsi.
J).
Kasuari Gelambir Ganda
Kasuari
Gelambir-ganda atau nama ilmiahnya Casuarius.
Casuarius adalah salah satu burung
dari 3 spesies Kasuari. Burung dewasa berukuran besar, dengan ketinggian
mencapai 170 cm dan memiliki bulu berwarna hitam yang keras dan kaku. Burung
betina serupa dengan burung jantan, biasanya berukuran lebih besar dan lebih
dominan.
Populasi
kasuari gelambir-ganda tersebar di hutan dataran rendah Australia, Irian, Seram
dan Maluku. Makanan kasuari gelambir ganda terdiri dari aneka buah-buahan yang
terjatuh di dasar hutan. Kasuari biasanya hidup sendiri, berpasangan hanya pada
waktu musim berbiak. Anak burung dierami dan dibesarkan oleh burung jantan.
K).
Raja Udang
Raja
udang adalah nama umum bagi sejenis burung pemakan ikan dari suku Alcedinidae. Di seluruh dunia, terdapat
kurang lebih 90 spesies burung Raja Udang. Pusat keragamannya adalah di daerah
tropis di Afrika, Asia dan Australia. Raja Udang merupakan burung yang
berukuran kecil dan sedaang. Semua anggotanya berkepala besar, memiliki paruh
besar, panjang dan runcing, nampak kurang seimbang dengan ukuran tubuhnya yang
relatif kecil. Banyak dari anggotanya yang memiliki warna cerah, terutama bitu
berkilaudan coklat kemerahan, disamping warna putih. Pola warna sangat beragam.
Di Indonesia terdapat sekitar 45 spesies Raja-Udang. Lebih dari setengahnya, 26
spesies hidup terbatas di bagian Indonesia Timur, Nusa Tenggara, Maluku dan
Papua.
Beberapa jenis yang umum terdapat
di Indonesia, diantaranya :
- Raja-Udang
Sungai (Alcedo atthis )
- Raja-Udang
Punggung-merah ( Cexy rufidorsa )
- Pekaka
Emas ( Pelargopsis capensi )
- Cekakak
Batu ( Lacedo pulchella )
- Cekakak
Belukar ( Halcyon smyrnensis )
- Cekakak
Jawa ( Halcyon cyanoventris )
- Cekakak
Sungai ( Todirhamphus chloris )
- Cekakak
Suci ( Todirhamphus sanctus )
- Cekakak-Pita
Biasa ( Tanysiptera galatea )
L).
Rangkong Papan
Rangkok
papan atau nama ilmiahnya Buceros
bicornisadalah spesies terbesar dalam suku burung Bucerotidae. Burung dewasa berukuran sangat besar, dengan panjang
mencapai 160 cm. Jantan dan betina dapat dibedakan dengan mudah dari matanya.
Mata burung betina berwarna biru, sedangkan burung jantan berwarna merah.
Populasi
Rangkok Papan tersebar di hutan tropis di India, Republik Rakyat Tiongkok,
Indocina, Nepal, Bhutan, Semenanjung Malaysia, dan Sumatra, Indonesia. Makanan
burung Rangkok Papan terdiri dari aneka buah-buahan, hewan berukuran kecil,
burung, serangga, dan reptil. Burung Rangkok Papan bersifat monogami, hanya
berpasangan dengan seekor lawan jenis.
M).
Nuri Bayan
Nuri
bayan atau nama ilmiahnya Eclectus roratus adalah burung berukuran
sedang dengan panjang sekitar 43 cm. Nuri bayan jantan memiliki bulu hijau, di
bawah sayap dan sisi dada merah dan biru, dan kaki abau-abu kehitaman. Paruh
atas jingga kemerahan dengan ujung kuning, paruh bagian bawah hitam. Burung
betina memiliki bulu merah, dada dan punggung biru keunguan, dan paruh hitam.
Biasanya burung betina berukuran lebih kecil dari jantan. Makanan Nuri Bayan
yaitu aneka buah-buahan, kacang, dan biji-bijian.
N).
Kuau Raja
Kuau
Raja atau nama ilmiahnya Argusianus argusadalah
salah satu burung yang terdapat di dalam suku Phasianidae. Burung jantan dewasa
berukuran sangat besar, panjangnya dapat mencapai 200 cm. Sedangkan burung
betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, panjangnya sekitar 75 cm.
Populasi Kuau Raja tersebar di Asia Tenggara. Spesies ini ditemukan di hutan
tropis Sumatera, Borneo, dan Semenanjung Malaysia.
O).
Burung Elang
Burung
Elang adalah hewan berdarah panas dan juga hewan pemangsa. Makanan utamanya
yaitu hewan mamalia kecil seperti tikus, tupai, dan ayam. Burung ini mempunyai
sepasang kaki yang kuat dan kuku yang tajam untuk mencengkram mangsa dan juga
mempunyai pengelihatan yang sangat tajam untuk memburuh mangsa dari jarak jauh.
a. Elang Hitam
Elang
Hitam adalah spesies burung yang mempunyai paruh, berdarah panas, dan
berkembang biak dengan cara bertelur
b. Elang Merah
c. Elang Jawa
Elang Jawa atau nama ilmiahnya Spizaetus Bartelsiadalah salah satu
spesies elang berukuran sedang, dengan panjang 60 cm. Satwa ini dianggap
identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda.
2. Mamalia
A). Anoa
Anoa
adalah hewan khas Sulawesi. Ada 2 spesies anoa, yaitu Anoa Pegunungan ( Bubalus
quarlesi ) dan Anoa Dataran Rendah (
Bubalus depressicornis ). Penampilan
mereka mirip dengan rusa dan memiliki berat 150-300 kg. Anoa Pegunungan juga
dikenal dengan nama Mountain Anoa, Anoa
de Montana, Anoa de Quarle, Anoa des Montagnes, dan Quarle’s Anoa. Sedangkan Anoa Dataran
Rendah juga dikenal dengan nama Lowland
Anoa, Anoa de Ilanura, atau Anoa des Plaines.
B). Badak
Badak
adalah spesies hewan dari famili Rhinocerotidae,
ordo Perissidactyla yang kesemuanya berasal dari Afrika atau Asia. Famili ini
memiliki karakteristik berukuran besar, dapat mencapai lebih dari 1 ton, 1 atau
2 cula dibagian tengah dahi, yang jika berjumlah 2 salah satunya terletak di
depan yang lainnya ( tidak bersisian ), herbivora, kulit tebal 1.5-5 cm,
terbentuk lapisan kolagen. Sebagian besar badak dapat hidup hingga usia 40
tahun.
·
Badak
Jawa ( Rhinoceros sondaicus )
Uraian fisik badak jawa :
-
Berwarna abu-abu kehitam-hitaman
-
Bercula 1, panjang sekitar 25 cm, tetapi cula bisa
saja tidak ada atau sangat kecil sekali ukurannya pada betina
-
Beratnya anatara 900-2.300 kg, sedangkan panjang
tubuhnya 2-4 meter
-
Tingginya dapat mencapai 170 cm
-
Kulitnya memiliki sejumlah lipatan lepas yang
memberikan kesan penampakan lapis baja
-
Penampakannya serupa, tetapi agak lebih kecil
dibandingkan dengan badak India dimana kepalanya jauh lebih kecil dan lipatan
kulitnya kurang begitu menarik
-
Bibir atas meruncing dan dapat digunakan untuk
meraih makanan dan membawanya ke dalam mulut
C). Banteng ( Bos javanicus )
Banteng adalah hewan sebangsa dengan
sapi dan ditemukan di Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Kalimantan,
Jawa dan Bali. Banteng tumbuh hingga tinggi sekitar 1,6 meter di bagian
pundaknya dan panjang badan 2,3 meter. Berat banteng jantan biasanya sekitar
680-810 kg sedangkan betinanya memiliki berat yang lebih kecil. Banteng memakan
rumput, bambu, buah-buahan, dedaunan, dan ranting muda. Banteng memiliki
kecenderungan untuk berkelompok pada kawanan berjumlah 2-30 ekor.
D). Gajah Sumatera ( Elephas maximus sumatranus )
Gajah Sumatera merupakan salah satu
dari tiga jenis spesies gajah Asia. Habitat yang cocok untuk gajah adalah hutan
dipterocarp dengan topologi daerah berlembah dan memiliki sumber air yang
cukup. Berat gajah sumatera dewasa mencapai 3.500-5.000 kg, lebih kecil dari
gajah afrika.
Populasinya diperkirakan semakin lama
semakin berkurang jumlahnya. Hal ini diakibatkan oleh adanya penyusutan atau
hilangnya kawasan habitat yang tersedia.
E). Harimau
Harimau dikenal sebagai kucing
terbesar, harimau pada dasarnya mirip dengan singa. Harimau jantan memiliki
berat antara 180-320 kg dan betina berbobot antara 120-180 kg. Panjang jantan
antara 2,6-3,3 meter sedangkan betina antara 2,3-2,75 meter. Fungsi loreng
adalah untuk kamuflase, untuk menyembunyikan mereka dari mangsanya.
F). Lutung
Lutung merupakan kelompok monyet
dunia lama yang membentuk genus
Trachypithecus.Lutung berbadan langsing dan berekor panjang. Jika
dibandingkan dengan kakinya, tangan lutung terbilang pendek dengan telapak yang
tidak berbulu. Ukuran lutung antara 40-80 cm dengan berat 5-15 kg, pejantan
berbadan lebih besar dari betinanya. Lutung termasuk herbivora yang terutama
makan dedaunan, buah-buahan, dan kuncup bunga.
G). Macan Tutul ( Panthera pardus )
Macan Tutul adalah salah satu
dari empat kucing besar. Hewan ini dikenal juga dengan sebutan harimau dahan.
Macan Tutul berukuran besar dengan panjang tubuh antara 1-4 meter. Pada
umumnya, Macan Tutul menghindari manusia. Namun macan yang kurang sehat,
kelaparan atau terluka sehingga tidak dapat berburu mangsa yang biasa, dapat
memangsa manusia.
H). Orangutan
Orangutan adalah sejenis kera besar
dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan kadang coklat yang hidup di
Indonesia dan Malaysia. Orangutan berukuran 1-1,4 meter untuk jantan, yaitu 2/3
kali dari seekor gorila. Orangutan jantan memiliki pelipis yang gemuk.
Orangutan juga termasuk hewan mamalia dan primata. Meskipun orangutan termasuk
hewan omnivora, sebagian besar dari mereka hanya memakan tumbuhan. Makanan
kesukaan orangutan adalah buah-buahan, dedaunan, biji-bijian, kulit kayu, tunas
tanaman. Selain itu mereka juga memakan serangga dan hewan-hewan kecil lainnya
( seperti burung dan mamalia kecil ).
I). Pelanduk ( Tragulus javanicus )
Palanduk adalah hewan menyusui (
mamalia ) sebangsa kijang yang kecil tubuhnya. Pelanduk ( atau kancil ) adalah
juga nama dari sekelompok burung pengoceh yang biasa hidup di semak belukar
rimba dari suku Timaliidae. Pelanduk ( mamalia ) muncul dalam beberapa
pribahasa Indonesia :
·
Bagai pelanduk di cerang rimba, artinya sangat
ketakutan sehingga kehilangan akal
·
Pelanduk lupakan jerat, jerat tak melupakan
pelanduk, artinya :
-
Orang yang berhutang boleh melupakan ( untuk
membayar ) hutangnya, tetapi orang yang berpiutang takkan lupa akan piutangnya
-
Dimana-mana ada bahaya atau musuh menghadang namun
orang sering melupakan hal tersebut
J). Siamang ( Hylobate syndactalus )
Siamang merupakan sejenis hewan
terlindungi yang tergolong dalam keluarga beruk. Mereka hidup berkelompok
anatara 6-7 ekor. Siamang jantan lebih besar dibandingkan siamang betina.
Siamang mampu melahirkan seekor anak setahun sekali jika tidak ada ganggguan di
lingkungannya. Jika ada gangguan maka kelahiran hanya 3 tahun sekali. Siamang
bangun sebelum matahari terbit dan tidur ketika matahari mulai terbenam. Ia
menghabiskan 75% waktunya untuk mencari makan. Makanan paginya ialah
buah-buahan yang ranum, dan sehabis itu ia hanya makan pucuk-pucuk tanaman
hutan.
K). Trenggiling ( Manis javanica / Sunda
Pangolin )
Trenggiling ini memiliki sisik yang
menutupi seluruh tubuh bagian atas dan cakar panjang pada kaki depan. Ekornya
melingkari tubuh jika terganggu. Ini untuk melindungi bagian bawah yang tidak
bersisik. Sementara panjangnya mencapai 130 cm. Hewan berjuluk “ Scaly ant eater “ atau pemakan semut
termasuk satwa yang dilindungi. Meski sudah dilindungi perburuan ilegal masih
terjadi.
L). Tapir ( Tapirus indicus )
Tapir merupakan satwa berkuku ganjil
seperti kuda dan badak. Tapir mempunyai belalai yang kuat meskipun tidak begitu
panjang, kaki pendek dan tegak. Warna kulit terbagi menjadi 2 bagian, yaitu
hitam dan putih, sedangkan bayi tapir warna kulitnya berwarna coklat bergaris
totol-totol putih horizontal. Habitatnya di hutan tropika, wilayah Burma,
Thailand, Semenanjung Indocina dan Sumatra.
3.
Reptili
dan Ikan
A). Buaya
a. Buaya Air Tawar Irian (Crocodylus novaeguineae)
Buaya air tawar irian adalah
salah satu spesies buaya yang penyebarannya hanya di perairan tawar pendalaman
Papua. Bentuk umum jenis ini mirip dengan buaya muara, namun lebih kecil dan
warna kulitnya lebih gelap. Dengan panjang tubuh sekitar 5 meter.
b.
Buaya Sapit atau Senyulong
Buaya
sapit atau senyulong semakin jarang ditemui di sungai-sungai Kalimantan Tengah.
Di alam liar, reptilia karnnivora ini dapat berumur lebih dari 1/4
abad. Salah satu sifat buaya senyulong adalah tahan untuk berdiam diri sambil
mengapungkan tubuhnya dipermukaan sungai. Biasanya, hanya moncong dan punggung
atasnya yang terlihat. Kemampuan ini berguna bagi senyulong untuk mengincar dan
menyergap mangsanya.
B).
Komodo ( Varanus komodoensis )
Komodo
adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya dapat mencapai 3 meter dengan berat
dewasa jantan berkisar antara 45-85 kg. Komodo termasuk anggota dari keluarga
biawak ( Varanidae ). Komodo mempunyai indera penciuman yang kuat dan dianggap
sebagai reptil yang maju intelegensinya, khususnya untuk memburu mangsanya.
Komodo ( karnivora ) dapat berlari sampai kecepatan 20 km/jam untuk memburu
mangsanya. Ada sekitar 2.500 ekor komodo yang hidup sampai sekarang, di kepulauan
Flores di Indonesia, diantaranya di Pulau Komodo ( 1.100 ), Rinca ( 1.300 ),
Gili Motang ( 50 ), Nusa Kode ( 15 ), dan Flores ( sekitar 70 ekor ).
C).
Penyu Raksasa
Penyu
adalah kura-kura laut. Penyu memiliki sepasang tungkai. Tungkainya berupa kaki pendayung,
ini memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Penyu pada umumnya bermigrasi
dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarang 3.000
km dapat ditempuh 58-73 hari. Ada beberapa jenis penyyu, diantaranya :
·
Penyu Hijau (
Chelonia mydas )
·
Penyu Sisik (
Eretmochelys imbricata )
·
Penyu Kemp’s ridley ( Lepidochelys kempi
)
·
Penyu lekang (
Lepidochelys olivacae )
·
Penyu belimbing (
Dermochelys coriacea )
·
Penyu pipih (
Natator depressus )
·
Penyu tempayan (
Caretta caretta )
D).
Arwana
Arwana
Asia ( Scleropages formosus ) adalah
salah satu spesies ikan air tawar dari Asia tenggara. Ikan ini memiliki badn
yang panjang, sirip dubur terletak jauh di belakang badan. Arwana Asia juga
disebut “ Ikan Naga “ karena sering dihubung-hubungkan dengan naga dari
mitologi Tionghoa. Arwana Asia adalah spesies asli sungai-sungai di Asia
Tenggara khususnya Indonesia.
Ada 4 varietas warna yang
terdapat di lokasi :
·
Hijau, ditemukan di Indonesia, Vietnam, Birma,
Thailand danMalaysia
·
Emas dengan ekor merah, ditemukan di Indonesia
·
Emas , ditemukan di Malaysia
·
Merah, ditemukan di Indonesia